Memasuki tahun pelayanan 2026, beberapa gereja di bawah Sinode GPEI kembali menyelenggarakan Sakramen Sidi dan Baptisan Dewasa. Kegiatan ini diikuti oleh umat yang telah menyelesaikan katekisasi dan menyatakan kesiapan untuk menjadi anggota penuh GPEI.
Pelaksanaan sakramen ini menjadi bukti nyata bahwa GPEI terus menjalankan Tri Tugas Panggilan Gereja: Koinonia atau persekutuan dan ibadah, Diakonia atau pelayanan, serta Marturia atau kesaksian dan pemberitaan Injil. Melalui Marturia, gereja bersaksi agar setiap orang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Puncak dari tugas kesaksian itu diwujudnyatakan dalam Sakramen Sidi dan Baptisan Dewasa.
Sakramen Sidi dilayankan bagi anak-anak yang telah dibaptis semasa kecil dan kini bertumbuh dewasa setelah mengikuti katekisasi. Sakramen Baptisan Dewasa dilayankan bagi mereka yang belum pernah dibaptis sebagai anak. Setelah menyelesaikan katekisasi, mereka dibaptis dengan baptisan percik sebagai tanda pertobatan dan penyerahan diri kepada Kristus.
Berikut beberapa GPEI yang telah melaksanakan sakramen tersebut:
- GPEI Bondomaliti, Sumba Barat Daya
Ibadah Minggu, 8 Maret 2026 di GPEI Bondomaliti dirangkaikan dengan pelaksanaan Sakramen Sidi. Enam pemuda dan remaja menerima sakramen sebagai tanda pengakuan iman mereka. Pelayanan dipimpin oleh Ps. Alexander Dimu selaku gembala gereja setempat.


- GPEI Moriah, Gading Serpong โ Tangerang
Pada Minggu, 3 April 2026, bertepatan dengan Ibadah Perayaan Paskah, GPEI Moriah melaksanakan Sakramen Sidi. Sebanyak 16 jiwa yang telah menyelesaikan katekisasi diterima sebagai anggota gereja penuh. Sakramen dilayani oleh Ps. Antonius Missa dan disaksikan oleh seluruh anggota gereja yang hadir dalam ibadah tersebut.



- GPEI Magelang, Jawa Tengah
GPEI Magelang bersukacita atas penambahan dua anggota baru melalui Sakramen Baptisan Dewasa. Kedua anggota gereja tersebut telah menyelesaikan Pelajaran katekisasi dan dibaptis oleh Pdt. Parmenas Suparwanto, didampingi oleh GI Sefrid Missa.


Kegiatan Sidi dan Baptisan Dewasa ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen pengakuan iman yang menjadi langkah awal keterlibatan aktif dalam persekutuan, pelayanan, dan kesaksian gereja. Kiranya setiap jiwa yang telah diteguhkan dan dibaptis terus bertumbuh dalam iman, menjadi murid Kristus yang setia, serta turut mengambil bagian dalam membangun tubuh Kristus di tengah dunia.
Soli Deo gloria.



